Marak Teror Pinjol, Pengguna Bagikan Peringatan dan Strategi Hadapi Debt Collector
Fenomena pinjaman online (pinjol) terus menjadi perhatian publik menyusul maraknya kasus penagihan yang disertai ancaman dan intimidasi.
Sebuah unggahan media sosial mendadak viral setelah membagikan peringatan keras mengenai risiko besar yang dihadapi nasabah ketika mengalami gagal bayar.
Dalam unggahan tersebut, penulis menyarankan masyarakat agar tidak sekali-kali mencoba berurusan dengan layanan pinjol jika tidak ingin terjebak krisis penagihan.
Penulis membeberkan bahwa penagih utang atau debt collector (DC) lapangan memiliki pola prioritas dalam menentukan nasabah yang akan didatangi secara langsung.
Nilai tagihan yang tinggi menjadi prioritas utama karena memberikan komisi lebih besar, di samping faktor kemudahan jangkauan lokasi serta status area yang aman dari jangkauan aparat.
Untuk menghadapi potensi intimidasi dan kebocoran data pribadi, penulis membagikan empat tips bagi nasabah yang mengalami kendala pembayaran.
Nasabah diminta memperkuat mental karena akan berhadapan langsung dengan penagih utang baik melalui media komunikasi online maupun tatap muka.
Mental harus tetap dijaga agar tidak tertekan apabila terjadi skenario terburuk seperti penyebaran data pribadi ke pihak luar.
Sebelum penyebaran data terjadi, nasabah disarankan melakukan langkah pencegahan pada akun pribadi.
Hal ini meliputi pengubahan setelan privasi akun WhatsApp agar tidak dapat dimasukkan ke dalam grup sembarangan, serta mengamankan seluruh akun media sosial dan akun Google.
Nasabah diimbau melakukan klarifikasi secara berkala kepada daftar kontak pertemanan di WhatsApp dan Facebook untuk mengantisipasi informasi simpang siur.
Penulis juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah panik terhadap intimidasi penagih utang yang mengklaim sedang dalam perjalanan menuju lokasi kediaman nasabah.
Pesan singkat yang disertai bukti foto atau video perjalanan acap kali hanya merupakan strategi psikologis, sebab kedatangan tim lapangan yang sebenarnya umumnya dilakukan secara mendadak.
Berikut adalah rincian kutipan asli dari penulis unggahan tersebut:
Melsa Chek (Moderator GALBAY PINJOL INDONESIA):
"JANGAN PERNAH BERURUSAN SAMA PINJOL, SEKALI TERJERAT SULIT UNTUK KELUAR, KALAU SUDAH TIDAK MAMPU BAYAR PINJOL HARUS SIAP SEGALA-GALANYA KARENA BANYAK TEROR KETIKA KALIAN GAGAL BAYAR."
"Soal DC lapangan ada prioritas yang mereka datangi: Nilai tagihan, makin besar tagihan itu yang mereka pilih karena dapat komisi lebih besar, lokasi yang dekat dengan jangkauan mereka, dan mereka tahu itu bukan zona merah (kompleks TNI/Polisi) dan Dijanjikan membayar, pasti balik lagi."
"Ada 4 hal yang wajib dipersiapkan apabila kita galbay (gagal bayar):"
"1. Siapkan mental karena memasuki perang dengan namanya debt collector online maupun lapangan."
"2. Siapkan mental jangan sampai down ketika data disebar."
"3. Sebelum sebar data siapkan amunisi. Yaitu: A. Amankan akun WA diprivat semua agar ketika dibuat grup tidak bisa dan semua akun sosmed maupun akun Google."
"4. Membuat broadcast atau klarifikasi berkala ke kontak WA pertemanan melalui WhatsApp dan FB."
"Jika Anda mendapatkan pesan chat WA atau telepon dari DC bahwa tim lapangan dalam perjalanan menuju ke rumah Anda itu dipastikan hanya gertakan. Meski si DC mengirim foto atau video sedang di jalan Anda jangan percaya itu hanya akal-akalan mereka, kalau DC beneran mau datang ke rumah tanpa memberitahu Anda terlebih dahulu Mereka datang secara random."
Unggahan tersebut memantik tanggapan yang bervariasi dari kalangan warganet yang juga membagikan pengalaman pribadi mereka.
Salah seorang warganet menyampaikan pengalamannya yang mengaku berhasil melewati masa sulit gagal bayar pada beberapa aplikasi pinjol tanpa mengalami kendala berarti.
HonestOstrich2213:
"Gua galbay 8 aplikasi legal sudah 2 tahun aman tidak ada sebar data tidak ada debt collector datang.. Kalau teror cuma di awal-awal saja dan itupun tidak gua baca.. Telepon auto blokir.. Intinya kalau galbay itu cuek.. Jangan dipikirin fokus kerja.. Nanti kalau sudah ada uang lebih bolehlah dibayar."
Sementara itu, warganet lainnya menunjukkan respons tegas dalam menghadapi potensi kedatangan penagih utang ke rumah mereka.
ThoughtfulPhoenix6295:
"aku galbay loss bos sampai datang tak hadapi."
Berbagai tanggapan ini menunjukkan dinamika serta fenomena sosial masyarakat dalam merespons tekanan ekonomi serta metode penagihan dari industri pinjaman digital saat ini.

Komentar
Posting Komentar